arfindo.bank@gmail.com (0986) 221 0017

ULANG TAHUN BANK ARFINDO KE 12 TAHUN

Tanggal 23 Maret 2022 adalah ulang tahun PT. BPR Arfak Indonesia (Bank Arfindo) yang ke 12 tahun. disampaikan oleh Direktur Utama Bank Arfindo, Kiranya di ulang tahun yang ke 12 ini Bank Arinfo semakin sehat, semakin pulih, kembali ke cita-cita awal yakni, Bank Arfindo adalah Bank yang sehat, kuat dan terpercaya. Pada kesempatan ini juga, Bank Arfindo mengadakan syukuran ulang tahun yang ke 12 dengan memberikan hampers kepada 50 Nasabah pertama yang datang. Hal ini kiranya dapat menambah kepercayaan masyarakat terlebih khusus Masyarakat ORANG ASLI PAPUA terhadap Bank Arfindo. BANK ARFINDO MELAYANI DI TANAH PAPUA. #salam sehat, kuat dan berpengaruh.

BANK ARFINDO CABANG SORONG MEMBERI BANTUAN PAKAIAN LAYAK PAKAI KEPADA KORBAN ANGIN KENCANG DI SORONG

Bencana Angin kencang dan gelombang tinggi telah terjadi di wilayah Sorong, Papua Barat, Selasa (22,2) yang menghancurkan 23 rumah di jembatan Puri, Klademak 2, Kota Sorong. Dengan adanya bencana tersebut, Bank Arfindo Cabang Sorong berinisiatif untuk memberi bantuan dengan mengumpulkan pakaian layak pakai. Diharapkan dengan bantuan tersebut dapat membantu para korban yang terdampak bencana tersebut. Sorong, 25 Februari 2022

BANK ARFINDO MENYEDIAKAN BERAGAM JENIS PRODUK KREDIT

BANK ARFINDO telah menyediakan kembali beragam jenis produk Kredit antara lain: 1. Kredit PNS 2. Kredit Pegawai Swasta / BUMN 3. Kredit Usaha Mikro 4. Kredit Kendaraan Proses cepat dan persyaratan yang mudah membantu mewujudkan impian anda.

PELAKSAAN SWAB PCR BANK ARFINDO OLEH DINAS KESEHATAN PROVINSI PAPUA BARAT DAN KABUPATEN MANOKWARI

Dalam rangka peningkatan testing COVID-19 dan untuk mendapatkan validitas besaran resiko penularan COVID-19 di Papua Barat khususnya Kabupaten Manokwari dan Manokwari Selatan, maka diadakan SWAB PCR COvid-19 kepada 5.000 populasi beresiko tinggi (khusunya petugas yang berhadapan langsung dengan masyarakat). Bank Arfindo Cabang Manokwari telah melaksanakan SWAB PCR kepada seluruh karyawan pada selasa, 22 Juni 2021.

OJK MEMBANGUN SINERGITAS BERSAMA BPR PAPUA DAN PAPUA BARAT

20/03/2020-Dikutip dari www.rri.co.id, mengatakan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat terus membangun sinergitas bersama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Provinsi Papua dan Papua Barat, melalui kegiatan evaluasi dan apresiasi kinerja Bank Perkreditan Rakyat Tahun 2020 sekaligus sosialisasi ketentuan BPR terbaru, yang berlangsung di Swissbell Hotel Kota Sorong, Kamis (18/3/2021). Kepala Bagian Lembaga Jasa Keuangan OJK Papua dan Papua Barat, Steven Parinusi mengatakan, kegiatan evaluasi dan apresiasi kinerja adalah agenda rutin OJK bersama BPR se-Papua dan Papua Barat, dengan tujuan mengevaluasi perkembangan dunia bisnis yang terjadi baik di masa pandemi Covid-19 maupun setelahnya. “ini ada wadah berkumpulnya OJK dan Pengurus BPR untuk menjalin komunikasi dan juga meningkatkan sinergitas, antara sasama BPR di wilayah Papua dan Papua Barat, mengingat kondisi pandemi Covid-19 sekarang” ujar, Steven. Ditambahkan Steven, untuk meningkatkan sinergitas, OJK juga memberikan apresiasi kepada BPR yang berprestasi sepanjang tahun 2020, mulai dari ketepatan pelaporan, penerapan tata kelola dan pertumbuhan usaha, ini dilakukan agar kedepan BPR terus meningkatkan bisnis mereka di Papua dan Papua Barat. “tentunya kita berharap apa yang dilakukan oleh BPR di tahun 2021 lebih meningkat bisnis mereka guna kemajuan Daerah” pungkasnya. Dirut PT. BPR Irian Sentosa Jayapura, Vera Sisca Naingolan, menyambut baik kegiatan evaluasi kinerja tersebut, sebab kata dia, BPR Irian sentosa selalu mengikuti perkembangan dunia perbankan serta mematuhi ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah, bahkan lanjut vera, terkait ketentuan BPR terbaru, pihaknya juga telah melaksanakanya yakni, dengan menambah modal usaha, sehingga pihaknya tetap mendapatkan kepercayaan dari nasabah. “Bank itu adalah suatu lembaga kepercayaan, maka tentunya kami menjaga kepercayaan dari para nasabah kami, dan juga bagaimana kami bisa mengelola dana dari masyarakat untuk lebih bertanggungjawab, sehingga setiap ada regulasi atau evaluasi kinerja selalu kami ikuti” kata, Vera. Vera juga mengapresiasi kepercayaan OJK kepada BPR Irian Sentosa, karena apa yang dilakukan BPR Irian Sentosa selama tahun 2020, medapatkan pengakuan melalui pemberian 2 penghargaan. “kami bersyukur karena PBR Irian Sentosa mendapat kepercayaan dari OJK dengan mendapatkan 2 penghargaan yakni untuk kategori Bank dengan penerapan protokol Covid-19 dan kategori penerapan tata kelolah” ucapnya. Pada kegiatan evaluasi dan pemberian apresiasi, sejumlah BPR memperoleh penghargaan dari OJK, seperti, BPR Irian sentosa, BPR Arfak Indonesia, BPR Artha Basudewa abadi, BPR Modern Papua dan BPR Sinar mulia papua.

Penghargaan OJK 2020

PT. BPR ARFAK INDONESIA dengan Call Name Bank Arfindo pada Desember 2020 mendapatkan penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai BPR dengan Penampilan, Pelayanan dan Penerapan Protokol Kesehatan Terbaik 2 (kedua) di Provinsi Papua dan Papua Barat. Hal ini menjadi pemicu semangat bagi pegawai pada seluruh cabang yang bekerja dengan Profesionalitas dan selalu mengutamakan Protokol Kesehatan yang berlaku dengan mewajibkan para pegawai beserta nasabah untuk wajib mengukur suhu, menjaga jarak, mencuci tangan, memakai hand sanitizer, memakai masker & face shield. tidak lupa juga selalu mengutamakan kebersihan dan menjaga kerapihan ruangan kerja. semoga hal ini terus dapat dipertahankan dan menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Ini 6 Fokus Kebijakan OJK Akselerasi Transformasi Digital di Sektor Jasa Keuangan

bankarfindo.com - Manokwari, Dikutip dari bisnis.com. Menyebutkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan mendorong lembaga jasa keuangan melakukan transformasi digital agar berdaya saing tinggi. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan seiring dengan perkembangan ekonom digital, lembaga jasa keuangan harus meningkatkan efisiensinya dan mampu beradaptasi atas perubahan lingkungan bisnis agar dapat terus bersaing dan menjawab kebutuhan pasar akan layanan keuangan yang cepat, mudah, murah, andal serta berorientasi konsumen. Untuk itu, OJK memiliki 6 fokus kebijakan akselerasi transformasi digital di sektor jasa keuangan, dikutip dari Instagram OJK Indonesia, pada Selasa (16/2/2021). Pertama, mendorong inovasi dan akselerasi transformasi digital sektor jasa keuangan. Hal tersebut dilakukan melalui optimalisasi regulatory sandbox dan OJK Infinity, serta mendukung inovasi produk, jasa, dan model bisnis oleh LJK termasuk melalui transformasi digital. Selain itu, OJK juga mendorong kolaborasi para pelaku di SJK untuk melakukan inovasi yang dapat meningkatkan efisiensi dan memperluas jangkauan layanan bagi masyarakat. Kedua, mengembangkan pengaturan yang mendukung ekosistem sektor keuangan digital. Baca Juga : Sering Diabaikan, Ini Kesalahan-kesalahan Pakai Mobile Banking Antara lain terkait dengan standar tata kelola dan manajemen risiko teknologi informasi, kerja sama antar pihak dalam keuangan digital antara lain dalam penerapan API, serta bentuk dan metode pengawasan yang diterapkan khususnya pada sistem keuangan digital, termasuk pengawasan prudensial/market conduct, dan pemanfaatan supervisory technology/suptech, dan regulatory technology/regtech. Hal ini dilakukan agar tercipta ketentuan yang adaptif dan forward looking terhadap implikasi perkembangan teknologi dan inovasi yang berkembang saat ini maupun di masa depan. Ketiga, meningkatkan kapasitas SDM di sektor jasa keuangan seiring dengan perkembangan industri digital. Baca Juga : Perkuat Digital Banking Grup BRI, AGRO Bakal Hadirkan Produk Layanan Baru Hal itu dilakukan dengan menyediakan sertifikasi dan beragam program peningkatan kapasitas bagi pegawai maupun pimpinan lembaga jasa keuangan, serta mendorong peningkatan kapasitas secara in-house dan sertifikasi internasional untuk mendorong LJK menyiapkan sumber daya manusia di era digital. OJK akan menerbitkan Cetak Biru Pengembangan SDM SJK yang bertujuan untuk meningkatkan awareness dan merubah mindset SDM SJK seiring dengan pemanfaatan teknologi digital dalam bisnis SJKyang dinamis, menciptakan SDM SJK yang agile, kompetens, unggul, serta berdaya saing nasional dan global, dan memenuhi skills demand dan talent gap SDM di SJK baik yang berasal dari bidang pendidikan, pelatihan, asosiasi, institusi maupun industri. Keempat, memperkuat peran riset untuk mendukung inovasi dan transformasi digital sektor jasa keuangan. Hal itu dilakukan dengan mengeksplorasi pemanfaatan teknologi baru dalam produk, jasa, dan model bisnis keuangan maupun dalam pengembangan metode pengawasan sektor jasa keuangan, serta mengeksplorasi key success factor dalam melakukan transformasi digital di lembaga jasa keuangan maupun regulator untuk mendukung penyusunan kebijakan OJK yang mendukung inovasi dan transformasi digital di SJK dalam rangka menciptakan SJK yang berdaya saing tinggi. Kelima, mengakselerasi penerapan pengawasan berbasis IT (Suptech) di OJK dan pemanfaatan Regtech oleh Lembaga Jasa Keuangan. Suptech mendorong kinerja otoritas ke arah data driven dengan tetap memperhatikan tingkat kompleksitas, ukuran, dan kesiapan serta perkembangan industri jasa keuangan yang diawasi. OJK akan terus mengembangkan penerapan suptech dengan menggunakan teknologi terkini secara bertahap baik untuk perizinan, pelaporan, maupun pengawasan antara lain dengan mendorong interoperabilitas regtech dan suptech, pengembangan infrastruktur data maupun jaringan. Selain itu OJK juga akan mendorong SDM pengawasan yang unggul di era digital. Keenam, melakukan Business Process Reengineering untuk peningkatan kualitas perizinan, pengaturan, dan pengawasan. Untuk merespon kebutuhan industri terkait percepatan perizinan dan efisiensi pelaporan serta penyesuaian dengan perkembangan teknologi, OJK mengembangkan perizinan terintegrasi berbasis teknologi, otomatisasi pelaporan, dan peningkatan kualitas pengawasan dengan mempergunakan data lembaga jasa keuangan yang terintegrasi. Selain itu, percepatan BPR akan meningkatkan kapasitas organisasi menuju organisasi yang andal untuk peningkatan kualitas teknologi, organisasi, dan SDM OJK. Sumber: www.finansialbisnis.com